LOVE IS DELICIOUS Part 3

Author pov

malam itu hujan deras di new yeork terlihat seorang yeoja amat sangat gelisah dan terus memegangi gagang telpon berusaha untuk menghubungi seseorang

“aaaa ayo eunhyuk oppa angkat telponya aku mohon” ujarnya dan masih terus berjalan maju mundur “nomor yang anda tuju sedang sibuk silakan menghubungi beberapa saat lagi” “aish mala operator telponya yang jawab” ujar yeoja itu kesal dan membanting telponya ke sofa tidak lama kemudian hpnya berbunyi dan yeoja itu langsung saja menyambar telponya dan memencet tombol yes tanpa melihat siapa yang menelepon

“hello” “hello hyejin ah ini aku henry kau ada dimana sekarang?” ujar suara dari seberang sana “ah kau henry ada apa aku sekarang di rumah” ujarnya malas “hem apa kau sudah putus dengan eunhyuk?” ujarnya dan membuat nya naik darah “apa maksud perkataan mu barusan?” pekik ku keras “ah mianhae hyejin ah bukan maksud ku untuk itu hanya saja aku melihat eunhyuk bersama seorang yeoja” “mwo? Apa kau bilang yeoja nugu?” ujar ku cepat “kau tau Kristal kan adik Jessica?” “ne, aku tau. Tapi apa kau tidak salah liad mungkin saja itu bukan eunhyuk” ujar ku “aniyo hyejin ah aku melihat dengan jelas dengan mata kepala ku sendiri” “dimana?” tanya ku kesaal “diman dia” pekik ku keras “ah bar hellington kau tau kan” tanpa mempedulikan ucapan henry ia langsung menyambar jaket dan pergi ke bar tempat henry melihat
eunhyuk

Hye jin pov

Ku edar kan pandangan ku mencari seseorang tepat aku menemukanya di deretan bangku paling pojok dengan seorang wanita di sampingnya yang dan kulihat mereka sangat mesra sekali aku terus memandangi mereka tak percaya samapi saat namja itu berciuman dengan yeoja itu darah ku tersa mendidih melihat adegan mesra mereka langsung saja ku hampiri mereka dan menyiramnya dengan minuman yang berada di atas meja itu
“aish ap..” ucapanya terhenti ketika melihat wajahku seketika wajanya pucat “hy hyejin ah ke kenapa kau bisa ada di sini ?” Tanya dengan ter bata-bata

“aku tidak menyangka kau main belakang dengan ku LEE HYUK JAE kalau kau sudah bosan dengan ku kau cukup bilang pada ku dan kita ahiri semua, jangan kau buat aku menderita dengan kelakuan mu, dasar namja berengsek”

bruk

satu pukulan telak mengenai wajanya kulihat dia hanya meringin kesakitan dan kulihat seseorang yang dari tadi di sampingya berteriak cukup keras hingga membuat telinga ku sakit dan aku hanya menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan “a apa yang kau lakukan, honey kamu baik-baik saja kan”ujarnya dan membatu eunhyuk berdiri “hah pasangan bodoh, kau juga mau ku pukul ha? “ ucap ku keras dan kulihat orang-orang di sekitar ku menatap kearah kami

“hyejin ah dengar kan aku dulu ini tidak seperti yang kau bayangkan” ujar eunhyuk yang masih meringis kesakitan “ tenanglah eunhyuk kau tidak perlu lagi bersembunyi di belakang ku mulai hari ini kau bebas” ujarku dan pergi meningalkan tempat itu kulihat eunhyuk berusaha mengejar tapi di tahan oleh Kristal

Aku sudah sampai di partemen ku dan aku sibuk memencet-mencet nomor di ponsel ku

“yeobseo oppa bisa kah malam ini juga kita berangkat ke seoul” ujar ku

“hem waeyo?” Tanya nya

“aku kangen dengan hyemin, oppa bisa kah kau memesankan tiket untuk ku malam ini juga” ujar ku bohong dan sedikit terisak

“hyejin waeyo?” tanyanya cemas

“ya oppa bisa tidak kau memesankan ku tiket sekarang juga” ujarku kesal dan sedikit berteriak

“ah araseo,aku akan memesankan tiket untuk kita aku akan menjemput mu” ujarnya dan menutup telpon

Seketika tangis ku pecah didalam keheningan malam

Changmin Pov

malam ini aku beranjak ke rumah hye jin aku tidak tau kenapa tiba-tiba saja dia menelepon ku dan bilang ingin langsung pulang hari ini juga, sepertinya dia menangis. Aku tidak atau apa yang sedang ia pikirkan sehinga ia berubah secepat itu, tanpa membuang-buang waktu lagi aku langsung menelepon untuk mencari tiket kami berdua pulang ke seoul, setelah tiket aku dapatkan aku langsung menuju ke rumah hye jin dan aku juga sudah selesai menegpak barang-barang ku yang akan ku bawa ke sana

sesampainya di sana kulihat pintu tidak terkunci dan keadaan rungan yang sangat gelap“aneh dimana dia” ujar ku dan bergegas mencari saklar lampu begitu ku dapatkan langsung saja kunyalakan dan kulihat hye jin sedang berjongkok di samping rak buku yang hanya muat badanya saja, itu lah kebiasaan buruk hye jin jika sedang bersedih dia akan mencari tempat persembunyian dan menangis sepuas-puasnya. Ku coba untuk mendekatkan diri ku padanya dan berjongkok di depan nya dan kemudian mulai mengelus-elus rambutnya

“hye jin ah” ujar ku lembut

“…..” tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya

“hye jin” ujar ku lagi dan sedikit menguncang-guncangkan tubuhnya dan dia baru tersadar “hem oppa sejak kapan kau tiba” ujarnya dan mengucek-ngucek matanya sepertinya dia tertidur aish “aku baru saja sampai palli kita harus cepat sampai bandara sebelum pesawatnya lepas landas” ujar ku dan mengandeng lengan hye jin pelan “hem ne” ujarnya dan mengambil barang-barangnya dan kami pun bengakat ke bandara.

***
London, Inggris 7 agt

“huaaa aku tidak sabar ingin pulang ke korea sudah hampir 4 tahun aku menigalkan korea sejak kejadian itu lagi pula sekarang aku sudah berubah, tapi jika aku kembali ke seoul pasti aku sangan merindukan London hyuhyuhyu apa aku tidak usah pergi saja yah, ah aku bilang pada aboji saja aku tetap tinggal disini” ujar seorang yeoja berambut pirang bergelombang “ah ne aku bilang saja pada aboji

……

“Umma dimana aboji?” “hem min ji ,aboji sedang membereskan barang-barang di kamar, kitakan nanty malam akan pindah kau tau kan” ujar umma

“ne, umma bisa kah aku tidak kembali ke korea aku masih ingin di sini umma” ujar ku manja

“mianhae minji ah ini tugas dari kantor kau tau kan jika ayah mu kembali ke korea dia akan menjadi direktur disana, dan lagi umma sangat kangen dengan oppa mu” ujar umma menjelaskan

“ahh umma” ujar ku dan memasang poppy eyes , “mianhae minji ah umma tidak bisa berbuat apa-apa” ujar umma dan pergi meningalkan aku

“aaaaa menyebalkan” ujar ku dan pergi ke sebuah taman dekat kota “aku pasti sangat merindukan hal ini, berjalan-jalan di taman kota, melihat banyak burung berterbangan dan terlebih lagi aku tidak akan bisa melihat Andrew lagi huaaa ottohkae? Aku tau walau pun aku hanya dapat memandanginya dari jauh saja tapi aku sangan menyukainya peria yang juga keturunan Korea huuuaaa” ujar dan duduk lemas di sebuah bangku taman

“hello, are you oke?” Tanya seseorang di depan ku aku mengangkat kepala ku dan bertapa terkejutnya kau ketika melihat seseorang di depan ku “omo Andrew oppa”guma ku tanpa sadar kulihat dia mengerutkan dahinya “aish pabboya ini kan London kenapa aku mengunakan bahasa korea”ujar ku pada diri sendiri dan dia hanya tertawa

“ya kau juga orang korea?” ujarnya “hem, ne” ujar ku dan masih menundukan kepalaku “hem kau tau dari mana nama ku?” ujarnya “ah itu karna kau sunbae ku di sekolah” ujar ku “hem jinja? Aku tidak tau jika kau hoobae ku kalo boleh tau siapa nama mu?” ujar nya dan tersenyum ramah hem aku merasakan rindu yang amad sangat dengan senyumanya yang mirip sekali dengan namja itu aish minji ah untuk apa kau mengingat-ingat lagi namja itu

“ya kau tidak apa-apa?” ujar Andrew oppa dan melambai-lambaikan tanganya “hem ah mianhae park min ji imnida” ujar ku cepat “ah min ji nama yang bagus sayang yah pertemuan kita hanya sampai hari ini saja” ujarnya yang menatap danau di depannya aku hanya memandanginya heran “apa maksudnya apa dia tau jika aku kan kembali kekorea? Ah tidak mungkin dia saja baru tau aku, lalu kenapa” ujar ku dalam hati ku beranikan diri untuk bertanya “waeyo?” ujar ku pelan dia melihat sekilas dan kembali tersenyum “karna besok aku kan kembali ke korea dan akan tinggal di sana” ujarnya, aku hanya dapat terbengong mendengar perkataanya berusaha untuk ku cerna

“jika aku kembali ke korea kau bisa bertemu denganya lagi KOREA- ANDREW OPPA- PERTEMUAN KEMBALI – MY LOVE owwww senangnya” ujar ku girang tentu saja dalam hati “waeyo?” ujarnya yang memeperhatikan raut wajahku “hem aniyo mungkin kita akan bertemu lagi di korea” ujar ku senang dan kulihat kedua alisnya menyatu tanda ia sedang bingung “maksud mu?” ujarnya “nanti malam aku akan kembali kekorea mungkin saja kita bisa bertemu lagi” ujar ku dan tersenyum kepadanya “hem jinjja?” ujarnya tak yakin “ne ah mianhae oppa aku harus pulang” ujar ku riang dan menundukan kepala ku dan pergi dari hadapanya nya
“aish jika begini aku mungkin saja akan menyukai seoul kembali hohoho” ujar ku riang

Malamnya ketika kami ingin berangkat tiba-tiba saja appa mendapatkan telpon dari perusaannya karna omma tidak mu di tinggal appa ahinya aku di suru berangkat duluan ke Korea T.T

TBC>>>.<<<

Advertisements